Senin, 05 April 2010

PENGARUH SINAR ULTRAVIOLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KULTUR IN VITRO KRISAN (Chrysanthemum morifolium RAM.)

Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting, karena cahaya merupakan sumber energi yang dibutuhkan untuk beberapa proses metabolisme bagi tumbuhan. Salah satu cahaya yang berasal dari matahari adalah sinar ultraviolet (UV). Penggunaan radiasi, di antaranya sinar UV, telah banyak diteliti untuk mendapatkan fenotip baru yang lebih menarik pada tanaman hias. Namun radiasi sinar UV juga dapat berdampak pada kerusakan sel tumbuhan. Chrysanthemum morifolium RAM., yang dikenal dengan nama krisan atau seruni, merupakan salah satu bunga yang memiliki potensi ekonomi tinggi untuk dikembangkan. Induksi mutagenesis banyak digunakan untuk mendapat varietas baru krisan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati pengaruh radiasi sinar UV terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan krisan yang dikultur secara in vitro. Eksplan daun krisan ditanam dalam medium induksi tunas, yang terdiri atas medium Murashige dan Skoog (MS) ditambah dengan 5.106 M NAA dan 5.10-5 M BAP. Medium multiplikasi menggunakan medium dasar MS yang ditambah dengan 10-6 M NAA serta 104 M BAP. Penyinaran UV dilakukan setelah subkultur ke-4. Taruk disinari dengan UV pada awal subkultur (hari ke-0 setelah subkultur) atau hari ke-15 setelah subkultur. Perlakuan sinar UV dilakukan selama 10 jam per hari, kultur lalu disimpan di tempat gelap atau terang selama 14 jam perhari selama dua minggu. Tanaman kontrol disinari selama 24 jam menggunakan lampu TL. Setelah perlakuan, kultur disimpan di tempat terang selama 2 minggu, dan selanjutnya dilakukan aklimatisasi. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, panjang akar, kadar klorofil daun serta persentase keberhasilan aklimatisasi pinak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sinar UV menyebabkan penurunan kadar klorofil, jumlah daun, tinggi taruk, berat basah serta panjang akar tanaman. Penurunan tersebut terutama diperoleh pada kultur tanaman yang diberi perlakuan pada tahap awal pertumbuhan. Setelah dua bulan aklimatisasi, hampir semua tanaman dapat tumbuh dengan baik dengan persentase kelulushidupan sebesar 100%, kecuali tanaman yang diberi perlakuan sinar UV diikuti dengan penggelapan (UV-G) dengan persentase kelulushidupan sebesar 93,33%. Semua tanaman mampu berbunga pada waktu yang hampir bersamaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan sinar UV menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan selama kultur in vitro, akan tetapi tanaman tersebut mampu untuk memperbaiki pengaruh negatif UV sehingga tumbuh dengan baik setelah aklimatisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar